openiu.com adalah pemberi informasi menarik.

Your name

www.your-url-here.com
Your own description here. Edit it.
About Me
Replace this with your own description here. Go to "Edit HTML" to change this.

Selasa, 10 Maret 2020


Berinvestasi apapun jenisnya membutuhkan strategi yang tepat. Investasi reksadana pun juga begitu membutuhkan strategi khusus  demi mendapatkan keuntungan yang berlipat. Selain itu, Anda pun juga perlu menghindari hal-hal yang sifatnya mampu membuat Anda merugi secara finansial. Lantas apa saja strategi yang dimaksud? Berikut ini ulasan selengkapnya.

3 Strategi Jitu Investasi Reksadana, Mudah Dipraktikkan

1.       Strategi Lump Sum
Strategi pertama yang bisa Anda lakukan adalah lump sum. Strategi ini memungkinkan investor untuk menyetorkan semua dana sekaligus di awal investasi. Apabila Anda memiliki modal sebesar 15 juta maka Anda bisa membayarkan semua modal di awal investasi dan seterusnya tidak menambah lagi.

Hanya saja Anda perlu mengetahui waktu pembelian yang tepat. Jika Anda berinvestasi tatkala harga murah atau diskon maka Anda pun bisa berpotensi mendapatkan keuntungan yang besar. Selain itu, Anda pun juga perlu memperhatikan kondisi pasar sedang crash atau tidak.

2.       Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)
Strategi kedua yang bisa Anda terapkan tatkala investasi reksadana adalah Dollar Cos Averaging (DCA). Pada dasarnya reksadana adalah sebuah investasi yang memungkinkan siapapun untuk turut andil investasi meski hanya memiliki modal kecil. Dalam kondisi modal yang kecil ini tak ada salahnya untuk menerapkan strategi DCA ini.

Hal ini dikarenakan strategi DCA memungkinkan investor untuk menanamkan modalnya secara bertahap pada periode tertentu misal setiap bulan dengan nominal yang disepakati. Keuntungan menerapkan strategi DCA ini adalah Anda memungkinkan untuk melakukan diversifikasi sehingga resiko yang ada bisa diperkecil.

3.       Strategi VCA (Value Cost Averaging)
Strategi selanjutnya yang juga bisa menjadi pilihan alternatif berinvestasi reksadana adalah VCA (Value Cost Averaging). Strategi VCA pada hakekatnya memiliki kemiripan dengan DCA, hanya saja berbeda dalam hal jumlah modal yang disetorkan. Jika DCA jumlah modal yang disetorkan tiap bulannya tetap sehingga memungkinkan investor mendapatkan jumlah unit reksadana yang berbeda-beda.

Sementara VCA jumlah unit reksadana yang harus dibeli tiap bulannya telah ditentukan sebelumnya. Bisa dibayangkan sendiri besaran keuntungan yang didapat sangat ditentukan dengan besaran jumlah unit yang dibeli tiap tahunnya disesuaikan dengan besaran modal yang dimiliki.

Masing-masing strategi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tinggal bagaimana Anda jeli untuk melihat peluang agar strategi yang Anda terapkan bisa membuahkan hasil yang maksimal. Investasi reksadana selain mudah juga sangat aman apalagi jika Anda melakukannya di platform investasi yang tepat. Amartha merupakan platform investasi sekaligus pionir financial technology terpercaya dan telah terdaftar secara resmi dan mendapatkan pengawasan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika berinvestasi di Amartha diantaranya adalah keuntungan hingga 15% per tahun serta adanya cashflow mingguan. Selain itu, pembayaran bisa dilakukan dengan angsuran serta bisa diambil kapanpun. Mau bukti? Silahkan bergabung langsung dengan Amartha dan  buktikan sendiri hasil nyatanya.